Disporapar Kubu Raya Dorong Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan melalui Program Desa Mandiri Peduli Mangrove
Yudha Arnantha | 06 Oktober 2026 | Dibaca 7 kali |

Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diperkuat melalui pengembangan pariwisata berbasis lingkungan. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kubu Raya bersama Balai P

Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus diperkuat melalui pengembangan pariwisata berbasis lingkungan. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kubu Raya bersama Balai Pengelola Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Kota Pontianak menggelar Sosialisasi Program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) dengan tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Sabtu (03/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan ekosistem mangrove sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di kawasan pesisir Kubu Raya.

Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Doni Kristianto, S.H., selaku Kepala Subbagian Tata Usaha BPEGM Kota Pontianak yang mewakili Kepala Balai. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kubu Raya, Indah Yuliastuti, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi mengenai kebijakan perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove berbasis ekowisata, serta pentingnya penguatan kelembagaan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Kepala Desa Batu Ampar, jajaran BPEGM Kota Pontianak, perwakilan perusahaan Kandelia Alam, perangkat desa, Ketua RT/RW, Tim Kerja DMPM Batu Ampar, serta masyarakat Desa Batu Ampar.

Dalam pemaparannya, Indah Yuliastuti menyampaikan bahwa kawasan mangrove merupakan kekayaan alam yang memiliki peran penting secara ekologis sekaligus menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.


Menurutnya, pengelolaan mangrove tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui inventarisasi dan pemetaan kawasan, penyusunan tata kelola bersama, serta keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, BUMN, akademisi, dan organisasi nonpemerintah.

“Penguatan kelembagaan masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan mangrove dapat berjalan secara berkelanjutan. Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dalam menjaga sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan ekosistem tersebut,” ujar Indah.


Ia menjelaskan, pengembangan ekowisata mangrove di Batu Ampar diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kawasan dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, salah satunya praktik pemanfaatan mangrove untuk produksi arang secara tidak berkelanjutan.

Melalui konsep wisata ramah lingkungan (low impact tourism), kawasan mangrove Batu Ampar dapat dikembangkan menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata edukatif dan menarik. Pengembangan paket wisata yang nyaman dan berkualitas diharapkan mampu meningkatkan lama kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat setempat.


Usai kegiatan sosialisasi, jajaran BPEGM Kota Pontianak bersama Kepala Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Tim Kerja DMPM Batu Ampar, serta perwakilan Perusahaan Kandelia Alam melakukan peninjauan terhadap budidaya madu kelulut di Desa Batu Ampar.

Budidaya madu kelulut menjadi salah satu contoh aktivitas ekonomi masyarakat yang selaras dengan prinsip konservasi lingkungan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi alam dapat dilakukan secara produktif tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan mangrove.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Program Desa Mandiri Peduli Mangrove diharapkan tidak hanya menjadi gerakan konservasi, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir yang berkelanjutan.


Menjaga mangrove berarti menjaga perlindungan kawasan pesisir, mempertahankan keseimbangan lingkungan, serta membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

BAGIKAN :