Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kubu Raya mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi melalui kegiatan Sinergi Kecerdasan Artifisial (AI) dan Pemasaran Digital dalam Pengembangan Usaha Program SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Jasa TIK untuk Aktivasi Desa Kreatif yang berlangsung di Pondok Pesantren Qur’an Alkarima, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi dan ekosistem ekonomi kreatif di desa/kelurahan. Program ini diarahkan untuk mendorong para pegiat ekonomi kreatif dalam mengembangkan, memproduksi, hingga mengomersialisasikan produk berbasis kreativitas secara berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri Anggota DPR RI Komisi VII Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Alifudin; Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Dony Harso; serta Ketua DPD PKS Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Salahuddin. Turut hadir Kepala Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Indah Yuliastuti, bersama Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Mustakim Timuru.
Dalam sambutannya, Indah Yuliastuti menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif RI yang telah menjadikan Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu daerah sasaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang berlangsung begitu cepat menuntut para pelaku ekonomi kreatif untuk mampu beradaptasi, meningkatkan kapasitas, serta terus melahirkan inovasi agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing.
“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pemasaran digital dapat menjadi peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran,” ujar Indah.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha di desa untuk memasarkan produk tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan wilayah.
Indah menilai, penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif perlu berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem yang mendukung keberlangsungan usaha. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pihak menjadi penting dalam menciptakan ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif di Kabupaten Kubu Raya.
Disporapar Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, juga terus mendorong pengembangan ruang terbuka publik di sejumlah kecamatan. Keberadaan ruang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah promosi dan pemasaran berbagai produk ekonomi kreatif.
“Ruang-ruang publik yang berkembang di kecamatan dapat kita dorong menjadi wadah untuk memperkenalkan dan memasarkan produk ekonomi kreatif masyarakat. Dengan dukungan teknologi digital dan kolaborasi berbagai pihak, kita berharap potensi ekonomi kreatif di desa dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan yang dimulai dengan registrasi peserta tersebut dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan, penampilan kesenian daerah, pemberian suvenir, dan foto bersama. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab bersama peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Disporapar Kubu Raya berharap pemanfaatan kecerdasan artifisial dan pemasaran digital dapat semakin dipahami dan diterapkan oleh pelaku ekonomi kreatif. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif desa sekaligus membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kubu Raya.